PAKUE TENGAH, KOLAKA UTARA – Pemerintah Desa Powalaa, Kecamatan Pakue Tengah, Kabupaten Kolaka Utara, mengambil langkah inovatif dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern, desa ini sukses meluncurkan program pelatihan dan pengembangan budidaya tanaman selada menggunakan metode hidroponik.
Kegiatan yang dipusatkan di area sekitar kantor desa dan
dikelola oleh bumdes, Program ini hadir sebagai jawaban atas tantangan
pemenuhan kebutuhan pangan sehat dan bernilai ekonomis tinggi.
Kepala Desa Powalaa mengungkapkan bahwa pemilihan tanaman
selada bukanlah tanpa alasan. Selain masa panennya yang relatif cepat (sekitar
30–40 hari), permintaan pasar terhadap sayuran selada segar di wilayah Kolaka
Utara terus meningkat.
"Kami ingin menjadikan Desa Powalaa sebagai pelopor
pertanian modern di Pakue Tengah. Budidaya selada hidroponik ini sangat cocok
karena tidak membutuhkan lahan yang luas, bebas dari hama tanah, dan memiliki
nilai jual yang bagus. Ini adalah langkah nyata kami untuk ketahanan pangan
sekaligus pemulihan ekonomi warga," ujarnya saat meninjau instalasi
hidroponik desa.
Edukasi Sistem Hidroponik: Dari Penyemaian hingga Nutrisi
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat Desa Powalaa diberikan
edukasi intensif mengenai teknis budidaya hidroponik yang efisien. Warga
diajarkan menggunakan sistem Wick (sumbu) yang ramah kantong untuk skala
rumah tangga, serta sistem DFT/NFT menggunakan pipa paralon untuk skala
komunitas yang lebih besar.
Para peserta dipandu langsung untuk menguasai beberapa
tahapan krusial, di antaranya:
- Penyemaian
Benih Selada: Menggunakan media rockwool agar akar tanaman
tumbuh kuat dan rapi.
- Manajemen
Nutrisi AB Mix: Mengatur kepekatan nutrisi air (PPM) yang tepat agar
daun selada tumbuh lebar, renyah, dan tidak pahit.
- Perawatan
Teknis: Menjaga kebersihan instalasi dan memastikan pasokan sinar
matahari yang cukup agar tanaman tidak mengalami etiolasi (tumbuh
terlalu kurus dan tinggi).
Dukungan Kecamatan dan Keberlanjutan Program
Pihak Pemerintah Kecamatan Pakue Tengah memberikan apresiasi
tinggi atas inisiatif yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Powalaa. Program ini
dinilai menjadi percontohan yang baik bagi desa-desa lain di Kolaka Utara dalam
memanfaatkan dana desa untuk sektor ketahanan pangan yang produktif.
Sebagai rencana keberlanjutan, hasil panen perdana selada
hidroponik ini nantinya tidak hanya dikonsumsi untuk memenuhi gizi keluarga
guna mencegah stunting, tetapi juga akan dipasarkan ke beberapa pengecer, rumah
makan, dan pasar lokal. Keuntungan dari penjualan tersebut nantinya akan
diputar kembali menjadi modal kelompok untuk memperbesar skala produksi
instalasi hidroponik di Desa Powalaa. (Humas/Red)












